Bab 7
TEORI EVOLUSI
v Teori Evolusi - Evolusi berasal
dari kata evolve yang artinya perubahan. Dengan demikian, evolusi dapat diartikan
sebagai perubahan atau perkembangan struktur makhluk hidup menjadi lebih
adaptif dalam waktu yang lama. Evolusi ini terjadi secara perlahan dan terjadi
pada populasi makhluk hidup.
Teori Evolusi Lamarck
Berdasarkan bukti-bukti fosil yang ada, ean Baptiste
de Lamarck mengemukakan teori evolusi pada 1809, tahun saat Darwin dilahirkan.
Lamarck mengungkapkan bahwa makhluk hidup berevolusi sebagai respon terhadap
perubahan lingkungannya. Berevolusi, maksudnya makhluk hidup berubah dari satu
bentuk ke bentuk lainnya. Oleh karena itu, Lamarck merupakan orang pertama yang
menyatakan bahwa makhluk hidup melakukan evolusi.
Teori evolusi Lamarck menjelaskan dua fakta penting,
yaitu sebagai berikut.
Pertama, mengenai penemuan fosil yang memperlihatkan
bahwa makhluk hidup di masa lampau berbeda dengan yang hidup saat ini.
Kedua, teorinya menjelaskan mengapa setiap makhluk
hidup memiliki adaptasi yang baik terhadap lingkungannya.
Lamarck memperlihatkan bahwa setiap makhluk hidup
memiliki adaptasi yang sesuai dengan cara hidupnya. Gajah memiliki belalai yang
panjang untuk mengumpulkan makanan; singa memiliki cakar yang kuat dan taring
untuk menangkap mangsa; dan rusa memiliki kaki panjang yang lincah untuk
menghindari predator.
Lamarck juga mengajukan suatu penjelasan mengenai
mekanisme evolusi. Menurut Lamarck, makhluk hidup mengembangkan ciri khusus
melalui organ yang digunakan dan tidak digunakan (use and disuse). Oleh karena
itulah, mekanisme evolusi Lamarck disebut juga teori use and disuse. Lamarck
mencontohkan bahwa rusa yang sering berlari cepat menghindari serigala akan
mengembangkan otot lari yang kuat. Sifat yang dibentuk oleh makhluk hidup
selama hidupnya disebut ciri atau sifat yang didapatkan. Lamarck percaya bahwa
ciri atau sifat yang didapat tersebut dapat diwariskan.
Teori Evolusi Darwin
Sekitar 50 tahun setelah Lamarck mengajukan teori
evolusinya, Charles Darwin, seorang naturalis asal Inggris, mengajukan teorinya
yang mengubah pemikiran banyak ahli biologi. Materi Selengkapnya Tentang Teori
Evolusi Darwin ...
Perbandingan Teori Darwin dan Lamarck
Teori Darwin dan teori Lamarck keduanya menyatakan
bahwa evolusi spesies terjadi berangsur-angsur dari satu generasi ke generasi
selanjutnya. Akan tetapi, penyebab dan mekanisme terjadinya perbedaan tersebut
dijelaskan secara berbeda oleh kedua teori tersebut. Materi Selengkapnya
Tentang Perbandingan Teori Evolusi Darwin dan Lamarck ..
v MEMBEDAKAN PERUBAHAN MAKHLUK HIDUP YANG
DISEBABKAN ADAPTASI DAN SELEKSI ALAM DAN
CONTOH DARI KEDUANYA
1. Pengertian
Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Ada beberapa cara penyesuaian
diri yang dapat dilakukan, yaitu dengan cara penyesuaian bentuk organ tubuh,
penyesuaian kerja organ tubuh, dan tingkah laku dalam menanggapi perubahan
lingkungan. Dari pengertian adaptasi tersebut, ada tiga macam bentuk adaptasi,
yaitu:
a. adaptasi fisiologi
b. adaptasi tingkah laku,
c. adaptasi morfologi.
a. adaptasi fisiologi
b. adaptasi tingkah laku,
c. adaptasi morfologi.
Adaptasi terlihat dari adanya perubahan bentuk luar
atau dalam suatu makhluk hidup sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan
tempat hidupnya. Perubahan ini bersifat tetap dan khas untuk setiap jenis
sehingga bisa diwariskan kepada keturunannya.
2. Jenis-jenis Adaptasi
a. Adaptasi fisiologi
Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian diri makhluk
hidup melalui fungsi kerja organ-organ tubuh supaya bisa bertahan hidup.
Adaptasi ini berlangsung di dalam tubuh sehingga sulit untuk diamati.
Ikan air laut menghasilkan urine yang lebih pekat
dibandingkan dengan ikan sungai. Ikan air laut menghasilkan urine lebih pekat
dibandingkan dengan ikan sungai. Hal ini dikarenakan kadar garam air laut
lebih tinggi dari pada kadar garam air tawar. Tingginya kadar garam menyebabkan ikan kekurangan air sehingga ikan harus banyak minum. Akibatnya, kadar garam dalam darahnya menjadi tinggi sehingga untuk mengurangi kepekatan cairan dalam tubuhnya, ikan mengeluarkan urine yang pekat.
lebih tinggi dari pada kadar garam air tawar. Tingginya kadar garam menyebabkan ikan kekurangan air sehingga ikan harus banyak minum. Akibatnya, kadar garam dalam darahnya menjadi tinggi sehingga untuk mengurangi kepekatan cairan dalam tubuhnya, ikan mengeluarkan urine yang pekat.
Kekebalan serangga terhadap insektisida akan
meningkat (menjadi kebal) karena penggunaan insektisida secara terusmenerus.
Hewan-hewan herbivor beradaptasi terhadap makanan
secara fisiologis. Sapi, kambing, kerbau, dan domba merupakan hewan herbivor
yang dapat mencerna zat makanan di dalam lambung. Rayap dan Teredo navalis yang
hidup di kayu galangan kapal dapat mencerna kayu dengan
bantuan enzim selulose.
bantuan enzim selulose.
Selain hewan, manusia dan tumbuhan dapat beradaptasi
dengan lingkungannya secara fisiologi. Tubuh manusia mampu menambah jumlah sel
darahmerah apabila berada di pegunungan yang lebih tinggi. Hal tersebut dapat
mengikat oksigen lebih banyak untuk mencukupi kebutuhan sel-sel tubuh.
Mata manusia dapat menyesuaikan dengan intensitas
cahaya yang diterimanya. Ketika di tempat gelap, maka pupil kita akan membuka
lebar. Sebaliknya di tempat yang terang, pupil kita akan menyempit. Melebar
atau menyempitnya pupil mata adalah upaya untuk mengatur intensitas cahaya.
Jumlah sel darah merah orang yang hidup di daerah
pantai lebih sedikit dibandingkan orang yang tinggal di daerah pegunungan. Hal
ini disebabkan karena tekanan parsial oksigen di daerah pantai lebih besar
dibandingkan daerah pegunungan. Jika tekanan parsial oksigen rendah, maka
dibutuhkan lebih banyak sel darah merah untuk mengikat oksigen. Tekanan parsial
oksigen adalah perbandingan kadar oksigen di udara dibandingkan dengan kadar
gas lain di udara.
Bau yang khas pada bunga dapat mengundang datangnya
serangga untuk membantu penyerbukan. Bunga jenis ini menghasilkan madu atau
nectar, dan serbuk sarinya mudah melekat. Akar dan daun pada tumbuhan tertentu
dapat menghasilkan zat kimia yang berbau khas yang dapat menghambat tumbuhan
lain di dekatnya. Contoh di atas termasuk dalam adaptasi fisiologi.
b. Adaptasi Tingkah Laku
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian diri
terhadap lingkungan dengan mengubah tingkah laku supaya dapat mempertahankan
kelangsungan hidupnya. Adaptasi tingkah laku dapat berupa hasil belajar maupun
insting/naluri sejak lahir. Terdapat dua macam tingkah laku, yaitu sebagai
berikut.
1) Tingkah laku sosial, untuk hewan yang hidup berkelompok.
2) Tingkah laku untuk perlindungan. Contohnya babi hutan akan menggali lubang persembunyian dengan kukunya ketika melihat singa, trenggiling akan menggulung tubuhnya bila bertemu musuh. Contoh lain adalah kamuflase, misalnya pada bunglon dan gurita.
1) Tingkah laku sosial, untuk hewan yang hidup berkelompok.
2) Tingkah laku untuk perlindungan. Contohnya babi hutan akan menggali lubang persembunyian dengan kukunya ketika melihat singa, trenggiling akan menggulung tubuhnya bila bertemu musuh. Contoh lain adalah kamuflase, misalnya pada bunglon dan gurita.
Mimikri Bunglon
Mimikri adalah kemampuan untuk meniru bentuk, suara,
dan tingkah laku seperti hewan lain sehingga akan dikira predator atau hewan
yang beracun atau berbahaya. Migrasi juga merupakan bentuk adaptasi tingkah
laku dengan cara bergerak dari satu kawasan ke kawasan lain dan kemudian kembali
lagi. Hewan bermigrasi dengan berbagai alasan antara lain memperoleh iklim yang
baik, makanan yang cukup, tempat yang lebih aman, dan kepentingan
perkembangbiakan.
Hewan yang hidup di daerah kutub atau daerah yang
mengalami pergantian empat musim yang perbedaan suhunya ekstrim, biasanya
melakukan hibernasi. Hibernasi adalah tidur dalam jangka waktu yang lama ketika
suhu lingkungan rendah. Aktivitas tubuh seperti denyut jantung dan napas sangat
pelan sehingga hanya memerlukan energi/makanan yang sedikit. Contohnya
kelelawar, ular, dan beruang kutub. Selama hibernasi hewan menggunakan lemak
dalam tubuh sebagai sumber energi.
Kucing mengincar mangsanya dengan cara mendekam.
Ketika mangsa mendekat dan lengah, maka kucing akan meloncat dan menerkam
mangsanya. Tingkah laku demikian untuk menghemat energi. Lain halnya dengan
cicak. Cicak akan memutuskan ekornya pada saat berada
dalam ancaman. Paus naik ke permukaan air ketika akan mengambil oksigen untuk pernapasannya. Hewan rayap itu buta, untuk menemukan jalan dia membuat terowongan dari tanah yang dapat menuntunnya menuju ke tempat makanan atau sarangannya.
dalam ancaman. Paus naik ke permukaan air ketika akan mengambil oksigen untuk pernapasannya. Hewan rayap itu buta, untuk menemukan jalan dia membuat terowongan dari tanah yang dapat menuntunnya menuju ke tempat makanan atau sarangannya.
c. Adaptasi Morfologi
Adaptasi morfologi adalah penyesuaian makhluk hidup
melalui perubahan bentuk organ tubuh yang berlangsung sangat lama untuk kelangsungan
hidupnya. Adaptasi ini sangat mudah dikenali dan mudah diamati karena tampak
dari luar.
Meskipun hewan dapat bergerak bebas, hewan juga
melakukan beragam adaptasi morfologi untuk menyesuaikan dengan tempat hidup dan
jenis makanannya. Adaptasi morfologi berupa penyesuaian tubuh hewan seperti
ukuran dan bentuk gigi, penutup tubuh, dan alat gerak hewan. Gigi disesuaikan
dengan jenis makanannya, sehingga gigi hewan pemakan daging berbeda dengan
hewan pemakan tumbuhan. Penutup tubuh seperti rambut, duri, sisik, dan bulu
yang tumbuh dari kulit disesuaikan dengan kondisi lingkungannya sehingga dapat
membantu hewan untuk tetap bertahan hidup. Contoh yang lain adalah variasi
tulang belakang dan sirip pada ikan pari disebabkan perbedaan suhu saat
pertumbuhannya, jenis kelamin kura-kura ditentukan oleh variasi temperatur saat
inkubasi (pengeraman), serta bentuk paruh dan kaki burung bervariasi sesuai
dengan jenis makanan dan habitatnya.
Variasi Bentuk Paruh Burung
Variasi Bentuk Kaki Burung
Burung kolibri memiliki paruh panjang dan runcing.
Paruh ini digunakan untuk menghisap madu. Serangga juga beradaptasi dengan
lingkungan melalui bentuk organ tubuhnya. Organ tubuh jangkrik dan
belalang yang digunakan untuk beradaptasi adalah mulut. Mulut kedua hewan
tersebut mempunyai rahang bawah dan atas yang kuat.
Selain hewan, tumbuhan juga beradaptasi dengan
lingkungannya melalui bentuk tubuhnya, yaitu:
1) Tumbuhan Xerofit
Tumbuhan xerofit memiliki struktur fisik yang sesuai
untuk bertahan hidup pada suhu yang ekstrim panas dan kekurangan air. Contohnya
adalah kaktus dan sukulen. Kaktus dapat bertahan hidup dalam kondisi kering.
Bentuk adaptasinya yaitu daun tidak berbentuk
lembaran sebagaimana tumbuhan lainnya, tetapi mengalami modifikasi menjadi duri
atau sisik. Kaktus mampu menyimpan air pada batangnya. Seluruh permukaannya
dilapisi oleh lilin untuk mengurangi penguapan. Sistem perakarannya panjang
untuk mencapai tempat yang jauh yang mengandung air.
2) Tumbuhan Hidrofit
Tumbuhan hidrofit adalah tumbuhan yang hidup di air.
Adaptasi morfologi yang dilakukan antara lain memiliki rongga udara di antara
sel-sel tubuhnya sehingga dapat mengapung. Daunnya lebar dan stomata terletak
di permukaan atas. Contoh tumbuhan hidrofit adalah kangkung, eceng gondok, dan
teratai.
3) Tumbuhan Higrofit
Tumbuhan higrofit adalah tumbuhan yang hidup di
lingkungan lembab dan basah. Adaptasinya yaitu mempunyai daun yang tipis dan
lebar.
C. Seleksi Alam
Dalam kehidupan sehari-hari, seleksi berarti
pemilihan, dan alam
berarti segala sesuatu yang ada di sekitar makhluk hidup. Jadi, seleksi alam adalah pemilihan makhluk hidup yang dapat hidup terus dan tidak dapat hidup terus yang dilakukan oleh lingkungan sekitar dan terjadi secara alamiah. Bisa juga diartikan sebagai musnahnya beberapa makhluk hidup karena tidak dapat menyesuaikan diri.
berarti segala sesuatu yang ada di sekitar makhluk hidup. Jadi, seleksi alam adalah pemilihan makhluk hidup yang dapat hidup terus dan tidak dapat hidup terus yang dilakukan oleh lingkungan sekitar dan terjadi secara alamiah. Bisa juga diartikan sebagai musnahnya beberapa makhluk hidup karena tidak dapat menyesuaikan diri.
1. Faktor penyeleksi alam
Seleksi alam ditentukan oleh beberapa faktor.
Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut.
a. Suhu lingkungan
Di daerah dingin dijumpai hewan-he wan mamalia yang
berbulu tebal, sedangkan di daerah tropis hewan mamalianya berbulu tipis. Dalam hal ini, yang menjadi faktor penyeleksi adalah suhu lingkungan. Karena hewan mamalia yang berbulu tipis umumnya tidak akan bisa menyesuaikan diri pada lingkungan yang bersuhu sangat rendah sehingga hewan tersebut akan tereliminasi dan punah. Beruang kutub berbulu tebal untuk membuatnya tetap hangat. Selain bulunya, beruang kutub juga mempunyai lapisan lemak yang digunakan untuk
menghangatkan tubuhnya.
berbulu tebal, sedangkan di daerah tropis hewan mamalianya berbulu tipis. Dalam hal ini, yang menjadi faktor penyeleksi adalah suhu lingkungan. Karena hewan mamalia yang berbulu tipis umumnya tidak akan bisa menyesuaikan diri pada lingkungan yang bersuhu sangat rendah sehingga hewan tersebut akan tereliminasi dan punah. Beruang kutub berbulu tebal untuk membuatnya tetap hangat. Selain bulunya, beruang kutub juga mempunyai lapisan lemak yang digunakan untuk
menghangatkan tubuhnya.
b. Makanan
Setiap makhluk hidup memerlukan makanan. Makanan
adalah kebutuhan primer makhluk hidup. Makanan akan menjadi faktor penyeleksi
jika terjadi perebutan makanan. Makhluk hidup yang kuat dan mempertahankan
makanannya akan dapat berlangsung hidup, sebaliknya hewan yang lemah dan tidak
mampu bersaing dalam perebutan makanan akan tereliminasi dan punah.
c. Cahaya matahari
Faktor matahari berhubungan dengan penyeleksian
tumbuhan tingkat tinggi yang berklorofil. Karena tumbuhan menggunakan cahaya
matahari untuk pembentukan makanan.
2. Kepunahan makhluk hidup
Berdasarkan temuan fosil-fosil, dapat diketahui
bahwa banyak jenis makhluk hidup yang hidup pada jaman dahulu tidak ditemukan
lagi sekarang. Tetapi ada juga yang masih hidup sampai sekarang yaitu capung.
Capung adalah hewan yang hidup pada jaman karbon sampai sekarang. Hewan lain
yang hampir mirip dengan hewan yang telah punah adalah kadal dan komodo. Ketiga
hewan tersebut adalah hewan yangtergolong dalam fosil hidup.
Dinosaurus merupakan contoh hewan yang telah punah.
Para ilmuan berpendapat bahwa yang menyebabkan kepunahan hewan ini adalah
perubahan iklim. Iklim yang terganggu akan menyebabkan kematian banyak jenis
tumbuhan sehingga dinosaurus herbivor tidak bisa mendapatkan makanan. Sedangkan
Dinosaurus karnivor dapat bertahan hidup untuk sementara. Tetapi dengan
berjalannya waktu, hewan karnivorpun mati.
Saat ini, tingkah laku manusia banyak mempengaruhi
proses seleksi alam. Perburuan liar, penangkapan, perusakan habitat, pencemaran
lingkungan dapat mempercepat laju seleksi yang tidak alami. Akibat rusaknya
habitat, banyak hewan liar yang harus bermigrasi ke daerah yang kurang sesuai
dengan lingkungan alaminya. Mereka harus berjalan berkilo-kilometer untuk
memperoleh makanan yang cukup.
Di Indonesia, terdapat banyak tumbuhan dan hewan
yang hampir punah. Contohnya adalah harimau jawa, badak bercula satu, badak
bercula dua, dan burung jalak bali. Hewan yang hampir punah tersebut disebabkan
karena kerusakan habitat oleh manusia, perburuan liar, kemampuan adaptasinya
rendah, serta tingkat reproduksi yang rendah.
sumber :
http://dokumen.tips/documents/faktor-yang-mempengaruhi-persebaran-makhluk-hidup.html#
http://www.sejarah-negara.com/pembagian-wilayah-iklim-menurut-koppen/
https://unitedscience.wordpress.com/ipa-3/kelangsungan-hidup-makhluk-hidup/
http://www.sejarah-negara.com/pembagian-wilayah-iklim-menurut-koppen/
https://unitedscience.wordpress.com/ipa-3/kelangsungan-hidup-makhluk-hidup/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar