BAB
6
Geografi Kehidupan
v
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PERSEBARAN MAKHLUK HIDUP
Ada
dua faktor yang mempengaruhi Persebaran Flora dan Fauna di permukaan bumi,
yaitu : Faktor Abiotik dan Faktor Biotik. Yang termasuk faktor fisik (abiotik)
adalah iklim (suhu, kelembaban udara, angin), air, tanah, dan ketinggian permukaan bumi, dan yang termasuk
faktor non fisik (biotik) adalah manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Faktor
Abiotik 1. Iklim Faktor iklim termasuk di dalamnya keadaan suhu, kelembaban
udara dan angin sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan setiap mahluk di
dunia. Faktor suhu udara berpengaruh terhadap berlangsungnya proses pertumbuhan
fisik tumbuhan. Sinar matahari sangat diperlukan bagi tumbuhan hijau untuk
proses fotosintesa. Kelembaban udara berpengaruh pula terhadap pertumbuhan
fisik tumbuhan. Sedangkan angin berguna untuk proses penyerbukan. iklim yang
berbeda-beda pada suatu wilayah menyebabkan jenis tumbuhan maupun hewannya juga
berbeda. contohnya : Tanaman di daerah tropis, banyak jenisnya, subur dan
selalu hijau sepanjang tahun karena bermodalkan curah hujan yang tinggi dan
cukup sinar matahari. berbeda dengan tanaman yang berada di daerah tundra. 2.
Keadaan tanah Perbedaaan jenis tanah, seperti pasir, aluvial, dan kapur serta
jumlah zat mineral yang terkandung dalam humus mempengaruhi jenis tanaman yang
tumbuh. Keadaan tekstur tanah berpengaruh pada daya serap tanah terhadap air.
Suhu tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam
tanah. Di daerah tropis akan hidup berbagai jenis tumbuhan, sedangkan di daerah
gurun atau bersalju hanya akan hidup tumbuhan tertentu. Tumbuhan kaktus salah
satu tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan kondisi iklim dan keadaan tanah di
gurun pasir. Perbedaan jenis tanah menyebabkan perbedaan jenis dan
keanekaragaman tumbuhan yang dapat hidup di suatu wilayah. contohnya: di Nusa
Tenggara jenis hutannya adalah Sabana karena tanahnya yang kurang subur. 3. Air
Air mempunyai peranan yang penting bagi pertumbuhan tumbuhan karena dapat
melarutkan dan membawa makanan yang diperlukan bagi tumbuhan dari dalam tanah.
Adanya air tergantung dari curah hujan dan curah hujan sangat tergantung dari
iklim di daerah yang bersangkutan. Keadaan tekstur tanah berpengaruh pada daya
serap tanah terhadap air. Suhu tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan akar
serta kondisi air di dalam tanah. Jenis flora di suatu wilayah sangat
berpengaruh pada banyaknya curah hujan di wilayah tersebut. Flora di daerah
yang kurang curah hujannya keanekaragaman tumbuhannya kurang dibandingkan
dengan flora di daerah yang banyak curah hujannya. contohnya: di daerah gurun,
hanya sedikit tumbuhan yang dapat hidup, contohnya adalah pohon Kaktus dan
tanaman semak berdaun keras. Di daerah tropis banyak hutan lebat, pohonnya
tinggitingi dan daunnya selalu hijau. 4. Tinggi Rendah Permukaan Bumi Permukaan
bumi terdiri dari berbagai macam relief , seperti pegunungan, dataran rendah,
perbukitan dan daerah pantai. Perbedaan tinggi-rendah permukaan bumi
mengakibatkan variasi suhu udara. Variasi suhu udara mempengaruhi
keanekaragaman tumbuhan . Hutan yang terdapat di daerah pegunungan banyak
dipengaruhi oleh ketinggian tempat. Faktor ketinggian permukaan bumi umumnya
dilihat dari ketinggiannya dari permukaan laut . Semakin tinggi suatu daerah
semakin dingin suhu di daerah tersebut.
v PEMBAGIAN WILAYAH BERDASARKAN
IKLIM
Iklim menurut Koppen
Koppen membagi wilayah
iklim di dunia menjadi 5 kelompok iklim utama. Dia mendasarkan iklim ini kepada
jumlah hujan dan suhu. Kelompok iklim ini dinyatakan dengan huruf besar A, B,
C, D, dan E. Kelompok A, C, dan D memiliki suhu dan curah hujan yang cukup
untuk pertumbuhan pohon yang berkayu tinggi (misalnya hutan). Empat dari lima
kelompok ini A, S, D, dan E didasarkan atas suhu rata-rata, sedangkan B
ditentukan oleh ratio curah hujan – penguapan.
Penggolongan iklim
v
Adapun penggolongan
iklim sebagai berikut :
v
A. Iklim tropik
v
Suhu rata-rata setiap
bulan di atas 18 derajat celcius. Iklim ini tidak mengenal musim winter, hujan
tahunannya tinggi.
v
B. Iklim kering
v
Tidak ada surplus air,
juga tidak ada sungai permanen
v
C. Iklim sedang hangat
v
Bulan terdingin suhu
rata-ratanya di bawah 18 derajat C, tetapi diatas -3 derajat C,
sekurang-kurangnya satu bulan suhu rata-ratanya di atas 10 derajat C. Iklim ini
punya musim summer dan winter.
v
D. Iklim salju
v
Suhu rata-rata pada
bulan terdingin di bawah -3 derajat C suhu rata-rata bulan terpanas di atas 10
derajat C.
v
E. Iklim Es
v
Suhu rata-rata pada
bulan terpanas di bawah 10 derajat C. Iklim ini tidak mempunyai summer yang
sebenarnya.
Sub kelompok dari kelima kelompok iklim ini dinyatakan dengan huruf
kedua :
S = Iklim Stepa dengan curah hujan antara 38 – 75 cm, Iklim Semi-arid.
W = Iklim Gurun. Iklim Arid. Daerah ini curah hujannya kurang dari 25
cm pertahun.
Kedua huruf ini hanya dipakai untuk daerah iklim kering.
Untuk sub-kelompok iklim lainnya digunakan kode huruf kecil, yaitu :
f = Basah. Hujan cukup setiap bulan. Ini sub kelompok untuk A, C, dan
D.
w = musim kering pada winter.
s = Musim kering pada summer.
m = Iklim hutan hujan, ditandai dengan adanya bulan kering yang
pendek.
Secara jelasnya, pembagian iklim ini ditulis sebagai berikut :
Af = Hutan hujan tropik (termasuk juga Am).
Aw = Sabana tropik.
BS = Iklim Steppa.
BW = Iklim Gurun.
Cw = Iklim sedang hujan yang winternya kering.
Cf = Iklim sedang hujan, basah sepanjang tahun.
Cs = Iklim sedang hujan, yang summernya kering.
Df = Iklim hutan bersalju dingin, basah sepanjang tahun.
Dw = Iklim hutan bersalju dingin, yang winternya kering.
ET = Iklim Tundra.
EF = Iklim dengan es abadi.
Wilayah iklim Koppen di Indonesia
Karena wilayah Indonesia di daerah tropika, hampir seluruh wilayah
negara ini beriklim A yang terdiri atas Af, Am, dan Aw. Sebagian kecil daerah
gunung yang tinggi beriklim C, yaitu Cf dan Cw. Sebagai contohnya di Pulau
Jawa.
Am meliputi hampir seluruh Pulau Jawa, kecuali daerah berikut :
·
Af : meliputi daerah Bogor, sepanjang pantai selatan Jawa Barat,
Gunung Slamet, Gunung Muria, sebelah barat Banyuwangi.
·
Aw : meliputi pantai utara Jawa Barat, Pekalongan, Bojonegoro,
Madiun, Surakarta, Sidoarjo, Jember, Blambangan dan sebagian Pulau Madura.
·
Cw : di puncak gunung Jawa Timur.
·
Cf : di puncak gunung lain
v MENYEBUTKAN PEMBAGIAN
WILAYAH UNTUK PENYEBARAN BINATANG
1. Wilayah Ethiopian
Wilayah persebarannya meliputi
benua Afrika, dari sebelah Selatan Gurun Sahara, Madagaskar dan Selatan Saudi
Arabia. Hewan yang khas daerah ini adalah gajah Afrika, badak Afrika, gorila,
baboon, simpanse, jerapah. Mamalia padang rumput seperti zebra, antilop,
kijang, singa, jerapah, harimau, dan mamalia pemakan serangga yaitu
trenggiling. Mamalia endemik di wilayah ini adalah kuda Nil yang hanya terdapat
di sungai Nil, Mesir. Namun di Madagaskar juga terdapat kuda Nil namun lebih
kecil. Menurut sejarah pulau Madagaskar pernah bersatu dengan Afrika. Wilayah
Ethiopian juga memiliki hewan yang hampir sama dengan di wilayah Oriental
seperti golongan kucing, bajing, tikus, babi hutan, kelelawar, dan anjing.
2. Wilayah Palearktik
Wilayah persebarannya sangat
luas meliputi hampir seluruh benua Eropa, Uni Soviet, daerah dekat Kutub Utara
sampai Pegunungan Himalaya, Kepulauan Inggris di Eropa Barat sampai Jepang, Selat
Bering di pantai Pasifik, dan benua Afrika paling Utara. Kondisi lingkungan
wilayah ini bervariasi, baik perbedaan suhu, curah hujan maupun kondisi
permukaan tanahnya, menyebabkan jenis faunanya juga bervariasi. Beberapa jenis
fauna Paleartik yang tetap bertahan di lingkungan aslinya yaitu panda di Cina,
unta di Afrika Utara, binatang kutub seperti rusa Kutub, kucing Kutub, dan
beruang Kutub. Binatang-binatang yang berasal dari wilayah ini antara lain
kelinci, sejenis tikus, berbagai spesies anjing, kelelawar. Bajing, dan kijang
telah menyebar ke wilayah lainnya.
3. Wilayah Nearktik
Wilayah persebarannya meliputi
kawasan Amerika Serikat, Amerika Utara dekat Kutub Utara, dan Greenland. Hewan
khas daerah ini adalah ayam kalkun liar, tikus berkantung di Gurun Pasifik
Timur, bison, muskox, caribau, domba gunung. Di daerah ini juga terdapat
beberapa jenis hewan yang ada di wilayah Palearktik seperti kelinci, kelelawar,
anjing, kucing, dan bajing.
4. Wilayah Neotropikal
Wilayah persebarannya meliputi
Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan sebagian besar Meksiko. Iklim di wilayah
ini sebagian besar beriklim tropik dan bagian Selatan beriklim sedang. Hewan
endemiknya adalah ikan piranha dan belut listrik di sungai Amazon, lama
(sejenis unta) di padang pasir atacama (Peru), tapir, dan kera hidung merah.
Wilayah Neotropikal sangat terkenal sebagai wilayah fauna vertebrata karena
jenisnya yang sangat beranekaragam dan spesifik, seperti beberapa spesies
monyet, trenggiling, beberapa jenis reptil seperti buaya, ular, kadal, beberapa
spesies burung, dan ada sejenis kelelawar penghisap darah.
5. Wilayah Oriental
Fauna di wilayah ini tersebar
di kawasan Asia terutama Asia Selatan dan Asia Tenggara. Fauna Indonesia yang
masuk wilayah ini hanya di Indonesia bagian Barat. Hewan yang khas wilayah ini
adalah harimau, orang utan, gibbon, rusa, banteng, dan badak bercula satu.
Hewan lainnya adalah badak bercula dua, gajah, beruang, antilop, berbagai jenis
reptil, dan ikan. Adanya jenis hewan yang hampir sama dengan wilayah Ethiopian
antara lain kucing, anjing, monyet, gajah, badak, dan harimau, menunjukkan
bahwa Asia Selatan dan Asia Tenggara pernah menjadi satu daratan dengan Afrika.
6. Wilayah Australian
Wilayah ini mencakup kawasan
Australia, Selandia Baru, Irian, Maluku, dan pulau-pulau sekitarnya. Beberapa
hewan khas wilayah ini adalah kanguru, kiwi, koala, cocor bebek (sejenis
mamalia bertelur). Terdapat beberapa jenis burung yang khas wilayah ini seperti
burung cendrawasih, burung kasuari, burung kakaktua, dan betet. Kelompok reptil
antara lain buaya, kura-kura, ular piton.
7. Wilayah Oceanik
Fauna di wilayah ini tersebar
di kawasan kepulauan di Samudra Pasifik. Wilayah ini merupakan pengembangan
dari wilayah Australian daratan, dengan spesifikasi fauna tertentu. Oleh karena
itu jenis faunanya hampir sama dengan wilayah Australian.
8. Wilayah Antartik
Seperti namanya, maka
wilayahnya mencakup kawasan di Kutub Selatan. Jenis fauna yang hidup di daerah
ini memiliki bulu lebat dan mampu menahan dingin, misalnya rusa kutub, burung
pinguin, anjing laut, kelinci kutub, dan beruang kutub.
Tiga wilayah persebaran fauna
di Kepulauan Indonesia, yaitu:
1. Sundaic
Pulau yang termasuk
kedalam wilayah ini adalah pulau Kalimantan, pulau jawa, pulau Sumatera,
pulau Bali. Fauna sundaic memiliki kemiripan dengan fauna Asia. Fauna sundaic
antara lain adalah: gajah India di Sumatera, harimau terdapat di Jawa,
Sumatera, Bali, badak bercula dua di Sumatera dan Kalimantan, badak bercula
satu di Jawa, raliahan antara fauna Asia dengan fauna Australia. Orang utan di
Sumatera dan Kalimantan, Kancil di Jawa, Sumatera dan Kalimantan, dan beruang
madu di Sumatera dan Kalimantan. Di Nusa Tenggara terdapat sejenis cecak
terbang yang termasuk binatang Asia. Fauna endemik di daerah ini adalah, badak
bercula satu di Ujung kulon Jawa Barat, Beo Nias di Kabupaten Nias,
Bekantan/Kera Belanda dan Orang Utan di Kalimantan.
2. Wallacea
Fauna Wallacea ( peralihan)
tersebar di Maluku, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Daerah fauna Peralihan
dibatasi oleh garis Wallace yang membatasi dengan fauna di dataran Sunda dan
garis Weber yang membatasi dengan fauna di dataran Sahul. Fauna pada wilayah
ini memiliki kemiripan peraliahan antara fauna Asia dengan fauna benua
Auatralia. Contoh faunanya antara lain: babi rusa, anoa, kuskus, biawak, katak
terbang. Katak terbang ini juga termasuk fauna Asiatis. Di daerah fauna
peralihan juga terdapat fauna endemik seperti: Komo di P.Komodo dan pulau-pulau
sekitarnya, tapir (kerbau liar), burung Kasuari di Pulau Morotai, Obi,
Halmahera dan Bacan.
3. Australis
Fauna yang terdapat di wilayah
ini terdapat di Irian Jaya dan pulau-pulau disekitarnya. Binatang-binatangnya
mempunyai kesamaan dengan binatang-binatang di benua Australia. Daerah ini juga
disebut fauna dataran Sahul, contohnya antara lain: kanguru, kasuari, kuskus,
burung cendrawasih dan berbagai jenis burung lainnya, reptil, dan amphibi.
sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar